DESA BATANGSAREN

Wilayah Desa Batangsaren terletak pada wilayah dataran rendah Dengan kordinat antara 8º 02’26’’Lintang Selatan, 111º 51’ 23’ Bujur Timur , dengan luas 297 ha. Pusat pemerintahan desa Batangsaren terletak di dusun Jaranguyang RT/RW 03 / 06 dengan menempati areal lahan seluas 360 m².

Jumlah penduduk desa Batangsaren sebanyak 7895 jiwa yang tersebar di 5 Dusun, 11 RW dan 34 RT. Dari jumlah tersebut, terdiri dari laki-laki 3971 jiwa dan perempuan 3924 jiwa dengan tingkat pertumbuhan rata-rata selama 6 (enam) tahun terakhir 0,15 %, dengan tingkat kepadatan sebesar 35 jiwa/km2.

Sejarah

Desa Batangsaren merupakan salah satu dari wilayah potensi desa yang terletak wilayah administrasi kecamatan Kauman kabupaten Tulungagung
Menurut data yang berhasil dikumpulkan dan .para sesepuh Desa Batangsaren, mulanya Desa Batangsaren merupakan hutan belantara yang dihuni oleh pemberontak pada kerajaan Majapahit dan perampok, hal ini diketahui oleh Maha Patih Gajah Mada dan berkewajiban menumpas para pemberontak dan perampok yang berada di hutan sebagai persembunyiannya.
Konon katanya bahwa Desa Batangsaren didirikan oleh sesorang yang bernama Kerto Wijoyo atau nama lain Adi Wijoyo nama lain Kerto Wijoyo berdiam di Padepokan Setono Andong bersama Punggawanya Trembo Lodo dan Onggo Lodo berasal dari Begelen dari wilayah Jogyakarta dalam berkeliling wilayahnya menunggang seekor kuda yang bernama “Kranthil”. Karena sudah lama berdiam di hutan, Adi Wijoyo nama lain Kerto Wijoyo bersama Punggawanya Trembo Lodo dan Onggo Lodo diberi tugas menumpas pemberontak maupun perampok.

Dengan kekuatan yang dimiliki Adi Wijoyo ( Kerto Wijoyo ) yaitu Cemeti Emas, perampok maupun pemberontak Majapahit atas perintah utusan dari kerajaan Majapahit yakni Mahapatih Gajah Mada dengan melimpahkan tugas untuk membantu menumpas perampok maupun pemberontak Majapahit, dengan dasar mandat tersebut Adi Wijoyo ( Kerto Wijoyo ) beserta punggawanya perampok maupun pemberontak Majapahit dapat ditumpas dengan membunyikan Cemeti Emas, perampok maupun pemberontak Majapahit lari terbirit-birit dan ketakutan bila mendengar bunyi Cemeti Emas mengakibatkan perampok maupun pemberontak banyak yang tewas seketika, mayat-mayat hanyut tersangkut di sungai. Dari perampokan dan pemberontakan Majapahit meluas ke wilayah Ngrowo yang terkenal nama Adipati Kalang bersama pengikut banyak mayat bergelimpangan pada pelarian dari Kerajaan Majapahit.

Terkait dengan nama desa bermula dari perampokan dan pemberontakan Majapahit meluas ke wilayah Ngrowo yang terkenal nama Adipati Kalang bersama pengikut banyak mayat bergelimpangan pada pelarian dari Kerajaan Majapahit dalam istilah jawa “Batang” dengan jumlah cukup banyak. Selanjutnya mayat-mayat hanyut tersangkut pada pohon-pohon Aren muncul istilah “sarean” atau “saren”. Maka timbulah Desa Batangsaren yang berasal dan kata “Batang” dan “Saren”.

Pemerintahan Desa Batangsaren dimulai sejak awal abad 18, dengan kepala pemerintahan desa pertama yaitu Toya Beno berturut-turut Noyogati, Joyomikarto, Kromojari.

Wilayah Desa

0
Dusun
0
Rukun warga
0
Rukun tetangga
Wilayah Dusun
Batas Wilayah

Visi & Misi

Mengembangkan masyarakat Desa Batangsaren yang mandiri, beradab, beraklaq, berkeadilan dan merata serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

  1. Mewujudkan masyarakat desa dapat mengenyam pendidikan formal maupun informal.
  2. Mewujudkan kehidupan masyarakat desa yang semakin baik, sehingga memiliki nilai jual terhadap cipta, rasa dan karsanya.
  3. Mewujudkan kehidupan masyarakat desa semakin baik.
  4. Mewujudkan rasa keadilan masyarakat dalam kerangka pelayanan masyarakat yang lebih baik.
  5. Mewujudkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang dapat dirasakan oleh masyarakat desa tanpa memandang kepentingan politik, SARA dan antar golongan.

Perangkat Desa

Aparat desa Tulungagung periode 2016-2022

Nama Kades

Kepala Desa

Nama Sekdes

Sekretaris Desa

Ingin tahu statistik desa?

Semua data statistik tentang desa